logo
spanduk spanduk

Rincian berita

Rumah > Berita >

Berita Perusahaan Tentang Apa yang terjadi ketika SCR gagal?

Acara
Hubungi Kami
Mrs. April
86-18100162701
Hubungi Sekarang

Apa yang terjadi ketika SCR gagal?

2026-05-06

Kegagalan sistem SCR (Selective Catalytic Reduction) menyebabkan emisi nitrogen oksida (NOx) yang berlebihan dan dapat memicu tindakan perlindungan seperti penurunan kinerja mesin,pencahayaan lampu indikator kerusakan (MIL), pembatasan kecepatan kendaraan, atau kondisi tidak memulai.

Sistem SCR berfungsi dengan menyuntikkan larutan urea (DEF) ke dalam aliran knalpot, menggunakan katalis untuk mengubah NOx berbahaya menjadi gas nitrogen (N2) dan air (H2O) yang tidak berbahaya.Ketika sistem SCR gagal, konsekuensi umum termasuk:

** Emisi NOx yang berlebihan:** Fungsi inti dari sistem SCR adalah untuk mengurangi emisi NOx. Setelah gagal, oksida nitrogen dalam knalpot tidak dapat dikurangi secara efektif,langsung mengakibatkan emisi melebihi batas peraturan dan melanggar peraturan lingkungan.
**Alarm sensor NOx:** Sistem ini bergantung pada sensor NOx hulu dan hilir untuk memantau efisiensi konversi.itu memicu kode masalah diagnostik (DTC), seperti P20EE atau P207F.
**Kekuatan mesin berkurang (Limp Mode):** Untuk mencegah polusi lingkungan lebih lanjut, sistem kontrol kendaraan dapat mengaktifkan "Limp Mode," membatasi output tenaga mesin dan dengan demikian mengorbankan pengalaman mengemudi dan keselamatan.
** Reaksi rantai dari kesalahan hulu:** SCR adalah tahap terakhir dari sistem penanganan limbah; kegagalan sering disebabkan oleh anomali pada komponen hulu (seperti DOC, DPF, EGR,atau turbocharger)Jika masalah di atas tidak didiagnosis dan diselesaikan terlebih dahulu, hanya mengganti unit SCR mungkin tidak memberikan perbaikan lengkap atau permanen.
** Kerusakan atau penyumbatan lapisan katalis:** Penggunaan bahan bakar berkualitas rendah yang berkepanjangan, masuknya minyak mesin ke sistem knalpot,atau akumulasi endapan urea terkristal dapat merusak lapisan dalam katalis SCR atau menyumbat saluran internal, sehingga mengurangi efisiensi reaksinya.

spanduk
Rincian berita
Rumah > Berita >

Berita Perusahaan Tentang-Apa yang terjadi ketika SCR gagal?

Apa yang terjadi ketika SCR gagal?

2026-05-06

Kegagalan sistem SCR (Selective Catalytic Reduction) menyebabkan emisi nitrogen oksida (NOx) yang berlebihan dan dapat memicu tindakan perlindungan seperti penurunan kinerja mesin,pencahayaan lampu indikator kerusakan (MIL), pembatasan kecepatan kendaraan, atau kondisi tidak memulai.

Sistem SCR berfungsi dengan menyuntikkan larutan urea (DEF) ke dalam aliran knalpot, menggunakan katalis untuk mengubah NOx berbahaya menjadi gas nitrogen (N2) dan air (H2O) yang tidak berbahaya.Ketika sistem SCR gagal, konsekuensi umum termasuk:

** Emisi NOx yang berlebihan:** Fungsi inti dari sistem SCR adalah untuk mengurangi emisi NOx. Setelah gagal, oksida nitrogen dalam knalpot tidak dapat dikurangi secara efektif,langsung mengakibatkan emisi melebihi batas peraturan dan melanggar peraturan lingkungan.
**Alarm sensor NOx:** Sistem ini bergantung pada sensor NOx hulu dan hilir untuk memantau efisiensi konversi.itu memicu kode masalah diagnostik (DTC), seperti P20EE atau P207F.
**Kekuatan mesin berkurang (Limp Mode):** Untuk mencegah polusi lingkungan lebih lanjut, sistem kontrol kendaraan dapat mengaktifkan "Limp Mode," membatasi output tenaga mesin dan dengan demikian mengorbankan pengalaman mengemudi dan keselamatan.
** Reaksi rantai dari kesalahan hulu:** SCR adalah tahap terakhir dari sistem penanganan limbah; kegagalan sering disebabkan oleh anomali pada komponen hulu (seperti DOC, DPF, EGR,atau turbocharger)Jika masalah di atas tidak didiagnosis dan diselesaikan terlebih dahulu, hanya mengganti unit SCR mungkin tidak memberikan perbaikan lengkap atau permanen.
** Kerusakan atau penyumbatan lapisan katalis:** Penggunaan bahan bakar berkualitas rendah yang berkepanjangan, masuknya minyak mesin ke sistem knalpot,atau akumulasi endapan urea terkristal dapat merusak lapisan dalam katalis SCR atau menyumbat saluran internal, sehingga mengurangi efisiensi reaksinya.